Prospek Bisnis Telekomunikasi di Indonesia

Prospek Bisnis Telekomunikasi di Indonesia

Prospek Bisnis Telekomunikasi di Indonesia – PT Smartfren Telecom dan PT Telekomunikasi Selular merupakan dua perusahaan komunikasi di Indonesia yang memenangkan lelang frekuensi radio sebesar 2,3 Ghz yang kelak dapat digunakan untuk jaringan 5G. Jaringan tersebut merupakan jaringan terbaru yang memiliki kecepatan koneksi internet lebih cepat jika dibandingkan dengan jaringan 4G. Di Indonesia sendiri, jaringan 5G merupakan jenis jaringan internet yang terbaru. Telkomsel yang merupakan provider asal PT Telekomunikasi Selular mendapatkan dua blok, yakni blok A dan blok C. Sedangkan Smarfren hanya mendapatkan 1 blok saja, yakni blok B. Harga lelang per satu bloknya bernilai Rp. 176,9 milyar. Menurut analis Muhammad As’ad, hasil lelang yang dimenangkan oleh dua perusahaan ini tidak akan dibatalkan oleh pemerintah. Kabar tersebut menjadi kabar yang baik bagi pertumbuhan telekomunikasi di tanah air secara jangka panjang.

Icete – Penyesuaikan perangkat yang nantinya akan menggunakan jaringan 5G membutuhkan waktu yang tidak singkat. Perangkat komunikasi membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyesuaian jaringan 5G. Henan juga menyebutkan bahwa dampak positif tidak hanya dialami oleh pemenang lelang jaringan 5G saja melainkan juga operator lain yang ada di Indonesia. Menilik undang-undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2021, operator komunikasi berkesempatan untuk saling berbagi spektrum jaringan teknologi yang baru.

Analis Anissa Septiwijaya juga menyebutkan hal yang serupa. Ia menilai bahwa lelang frekuensi 5G dapat memberikan dampak baik bagi kinerja operator dalam waktu yang lama. Pemanfaatkan frekuensi 2,3 Ghz mendongkrak jaringan 5G yang kini sedang dipersiapkan oleh beberapa operator telekomunikasi di Indonesia. Frekuensi 2,3 Ghz juga membuat kualitas jaringan yang dimiliki oleh operator seluler mengalami peningkatan.

Jika diperhatikan prospek bisnis telekomunikasi saat ini, operator komunikasi memiliki peluang yang amat besar guna meningkatkan kinerjanya. Prospek juga akan meningkat seiring dengan meningkatkan kebutuhan internet di tanah air. Konsumsi internet masyarakat diprediksi akan terus mengalami peningkatan dengan berlakunya larangan masyarakat untuk pergi ke luar kota dan pulau akibat pandemi. Meskipun memiliki prospek bisnis yang baik, saham yang dimiliki oleh operator telekomunikasi dapat dipengaruhi oleh sentimen masyarakat. Banyak analis yang menilai bahwa bisnis komunikasi minim akan katalis. Dengan adanya lelang jaringan 5G juga melahirkan angin segar bagi masyarakat. Karena lelang tersebut, persaingan harga layanan operator akan semakin sehat. Masyarakat sebagai konsumen layanan operator telekomunikasi tidak harus membayarkan dana yang besar hanya untuk mendapatkan layanan jaringan 5G.

Prospek Bisnis Telekomunikasi di Indonesia

Lelang frekuensi jaringan 5G dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Lelang yang dilakukan oleh Kominfo tersebut mendapatkan sambutan yang meriah dari para operator seluler tanah air. Telkomsel, Smarfren dan XL Axiata merupakan tiga provider yang lolos evaluasi administrasi. Ketiga operator juga telah melakukan penawaran sebelum lelang diadakan. Telkomsel dan Smarfren berhasil keluar sebagai pemenang lelang dan memiliki kesempatan untuk mengelola jaringan 5G. Spektrum jaringan 5G di tanah air sangat besar.

Baca juga : Mengenal Hubungan Blockchain dan Perusahaan Telekomunikasi

Kebutuhan akan jaringan 5G akan semakin meningkat di tengah pandemi Covid saat ini. Banyak yang harus melakukan aktifitasnya di rumah namun tetap melakukan komunikasi secara online. Guna mendukung aktifitas tersebut, jaringan operator seluler sangat dibutuhkan. Dengan adanya jaringan 5G, proses komunikasi dapat berjalan dengan lebih cepat. Kinerja cepat jaringan 5G inilah yang membuat operator seluler berlomba-lomba memenangkan lelang. Masyarakat juga sangat terbantu dengan adanya frekuensi 2,3 Ghz yang dimiliki oleh jaringan 5G.