Bisnis Telekomunikasi yang Meningkat di Tengah Pandemi

Bisnis Telekomunikasi yang Meningkat di Tengah Pandemi

Bisnis Telekomunikasi yang Meningkat di Tengah Pandemi – Hampir dua tahun, pandemi Covid melanda Indonesia. Akibat virus tersebut, beberapa industri di tanah air mengalami kelumpuhan. Berbeda dengan industri yang lainnya, industri telekomunikasi justru mengalami peningkatan yang sangat baik. Berdasarkan dengan data rilisan BPS atau Badan Pusat Statistik, sektor telekomunikasi mengalami peningkatan sebesar 10,9% di tahun 2020. Kondisi ini dinilai merupakan kondisi yang sangat wajar karena semua sektor usaha bekerja secara digital. Banyak perusahaan yang memerintahkan pekerjanya untuk bekerja di rumah. Pelajar dan para guru juga harus menjalankan proses pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet. Perkembangan bisnis telekomunikasi membuat beberapa pelaku bisnis telekomunikasi menawarkan layanan digital yang lebih berkualitas. Untuk meningkatkan bisnis telekomunikasi di tengah pandemi saat ini ada banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh pelaku bisnis. Persiapan tersebut dapat dilakukan berdasarkan dengan trend analisa tertentu yang dipercaya dapat memberikan pengaruh pada bisnis telekomunikasi.

Icete – Analisa pertama yang dapat mempengaruhi bisnis telekomunikasi adalah meningkatnya antusias telekomunikasi secara global. Grand Thornton menunjukkan hasil surveinya bahwa ada 57% pelaku bisnis telekomunikasi memiliki antusias yang tinggi akan prospek ekonomi untuk satu tahun ke depannya. Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, antusias pelaku bisnis telekomunikasi naik sebanyak 14%. Peningkatan antusias pelaku bisnis telekomunikasi terjadi akibat meningkatnya kebutuhan pasar dan pendapatan bisnis telekomunikasi. Pandemi membuat kegiatan masyarakat bergantung dengan akses jaringan internet. Pemerintah juga dituntut guna mewujudkan pemerataan akan infrastuktur digital pada seluruh wilayah yang ada di tanah air. Kondisi ini disinyalir dapat memulihkan perekonomian nasional. Setiap daerah nantinya dapat memperoleh jaringan telekomunikasi yang baik dan membuat kegiatan telekomunikasi merasa di setiap wilayah di Indonesia.

Bisnis Telekomunikasi yang Meningkat di Tengah Pandemi

Analisa yang kedua adalah lockdown membuat peluang bisnis telekomunikasi semakin terbuka dengan lebar. Penurunan kegiatan ekonomi akibat pandemi mengalami penurunan yang cukup tajam. Meskipun begitu komunikasi bisnis justru dapat berjalan dengan lebih baik akibat teknologi komunikasi. Ada sekitar 34% perusahaan teknologi dan 42% perusahaan media yang melaporkan terjadinya pertumbuhan ekonomi secara global. Ada 21% perusahaan teknologi yang mulai memasuki pasar. Jumlah tersebut dinilai lebih banyak jika kita bandingkan dengan industri yang lainnya. Perusahaan yang berjalan di bisnis telekomunikasi mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Apalagi dengan tuntutan karyawan yang harus bekerja di rumah. Mereka membutuhkan jaringan internet agar dapat bekerja di rumah dengan baik. Peningkatan bisnis telekomunikasi akan terus meningkat selama pandemi berlangsung. Masyarakat membutuhkan jaringan internet guna mendukung segala jenis aktifitasnya.

Baca juga : Prospek Bisnis Telekomunikasi di Indonesia

Dengan meningkatnya bisnis telekomunikasi, tenaga ahli yang mahir di bidang teknologi juga sangat dibutuhkan. Industri telekomunikasi yang terus mengalami peningkatan juga akan menemui beberapa kendala yang pastinya harus diselesaikan dengan baik agar pertumbuhan bisnis tidak terganggu. Para pelaku bisnis telekomunikasi banyak yang merasa khawatir akan ketersediaan tenaga kerja yang profesional. Untuk mendapatkan tenaga ahli, beberapa pelaku bisnis telekomunikasi melakukan beberapa cara guna mendapatkan pekerja yang ahli di bidang teknologi. Salah satu cara yang dilakukan oleh pelak bisnis telekomunikasi adalah dengan melakukan pelatihan in-house. Melihat kondisi ini, pemerintah bahkan menekankan bahwa negara membutuhkan 9 juta tenaga ahli untuk 15 tahun ke depannya. Hal ini dilakukan agar dunia digital dapat berjalan dengan baik. Selain pelatihan, perusahaan juga melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah yang mempelajari pemrograman guna mendapatkan tenaga ahli yang profesional di bidang telekomunikasi.